Budaya Indonesia Timur (Teks dan Gambar)

3 Mei 2009 oleh indotim

64gyw3cbzj

Budaya Indonesia Timur (Pengantar Blog’s)
Media komunikasi anak manusia yang gemar cerita pendek  (Cerpen)tentang Hikayat, Legenda, Riwayat ,Kisah perjalanan, Pantun dan petuah dalam kata -kata mutiara serta Mencari kebenaran jawaban teka teki Alam Semesta dan Tukar menukar informasi (Rumah Adat, Tarian, Musik, Alat Musik, Lagu, Gambar, Patung, Pakaian, Makanan khas, Sastra/Tulisan) dan Konspirasi yang semua berkaitan dengan Budaya Indonesia , khususnya Budaya Indonesia Timur  (harap dibaca Budaya di Indonesia bahagian Timur), baik diera globalisasi, yang terlupakan, yang hilang, yang hampir punah maupun yang dicuri.

Sisipan khusus 17 thn keatas ” Kisah Cinta Ibu dan Anak

Legenda Nyi Roro Kidul

19 Januari 2010 oleh Icinno

Legenda Nyi Roro Kidul

Dipercaya atau tidak, kenyataannya Legenda Nyi Roro Kidul ini sangat terkenal di Jawa Barat
Fenomena gaib Kanjeng Ratu Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan sangat terkenal di jagat mistik Nusantara. Beragam versi cerita sudah banyak dikemukakan. Bahkan diangkat ke layar lebar.

Sejumlah saksi yang pernah melihat sosoknya banyak dipaparkan. Tetapi siapakah sebenarnya perempuan yang ditahbiskan sebagai Penguasa Laut Selatan itu? Misteri mencoba menyusuri beberapa informasi yang terkait dengannya.

1. Legenda

Ada 2 versi cerita/legenda mengenai keberadaan Kanjeng Ratu Roro Kidul yaitu: Pertama, cerita tentang Kanjeng Ratu Roro Kidul yang berasal dari manusia, kemudian masuk ke alam gaib (jin).

Dikisahkan bahwa Kanjeng Ratu Roro Kidul adalah puteri seorang raja dari isteri pertama. Suatu ketika terjadi intrik dalam kerajaan yang dipicu oleh kecemburuan isteri-isteri raja yang lebih muda. Akibatnya, Kanjeng Ratu Roro Kidul dan ibunya diserang suatu penyakit aneh (teluh/santet) dan diusir dari kerajaan. Si ibu menemui ajal, sedangkan Roro Kidul mencari kesembuhan dengan berdiam di kawasan pantai selatan. Disini, ia berjumpa dengan jin penguasa laut yang menjanjikan kesembuhan penyakitnya tetapi dengan syarat Roro Kidul harus ikut ke dalam kerajaan lautnya. Roro Kidul menyanggupinya. Selanjutnya, Kanjeng Ratu Roro Kidul diangkat menjadi ratu setelah penguasa sebelumnya meninggal.  Baca entri selengkapnya »

Si Kebayan

19 Januari 2010 oleh Icinno

Nenek Kebayan dan Anak Yatim Piatu

Dua kakak beradik, dua bocah perempuan, yang oleh kedua orang tuanya dipanggil “Tua” untuk anak yang tertua dan “Biak” untuk anak yang bungsu tiba-tiba menjadi yatim piatu. Kedua orang tua mereka meninggal karena penyakit. Padahal umur keduanya belum mencapai sepuluh tahun. Yang tertua berusia 9 tahun dan si Biak berumur 6 tahun. Mereka juga tidak mempunyai kerabat yang dapat merawat serta membesarkan mereka.

Beruntunglah di kampung itu hidup seorang nenek yang sudah sangat tua, Nenek Kebayan namanya. Nenek Kebayan juga hidup sebatang kara. Dia dipanggil “nenek punas”, artinya sebatang kara. Nenek Kebayan ini sangat baik hati, sangat penyayang dan cermat dalam hidupnya. Sejak kematian kedua orang tua mereka, kedua kakak-beradik, si Tua dan Biak diasuh nenek Kebayan di gubuknya yang kecil. Berkat kasih sayang nenek Kebayan, kedua kakak beradik merasa terhibur dan tidak kekurangan satu apapun…. Baca entri selengkapnya »

Legenda Putri Mandalika

19 Januari 2010 oleh Icinno

Menurut dongeng bahwa pada    zaman dahulu kala di pantai selatan Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Sekeliling di kerajaan ini dibuat ruangan ruangan yang besar. Ruangan ini digunakan untuk pertemuan para raja  raja.
Negeri Tonjang Beru ini diperintah oleh raja yang terkenal akan kearifan dan kebijaksanaannya ,Raja itu bernama raja Tonjang Beru dengan permaisurinya Dewi Seranting. Baginda mempunyai seorang putri, namanya Putri Mandalika. Ketika sang putri menginjak usia dewasa, amat elok parasnya. Ia sangat anggun dan cantik jelita. Matanya laksana bagaikan bintang di timur. Pipinya laksana rauh dilayang. Rambutnya bagaikan mayang terurai. Di samping anggun dan cantik ia terkenal ramah dan sopan. Tutur bahasanya lembut. Itulah yang membuat sang putri menjadi kebanggaan para rakyatnya. …. Baca entri selengkapnya »

Kisah Cinta Anak dan Ibu (Tangkuban perahu)

16 Januari 2010 oleh sasakala

Tangkuban perahu (Episode. III)

Tanpa pikir panjang, Sangkuriang  bergegas ke kamar Dayang Sumbi. Sambil mendekat dan menemukan Dayang Sumbi duduk ditepian pembaringan sambil tersenyum manis namun dipelupuk matanya tampak butir air mata bak mutiara yang memancarkan kebahagian yang tak terhingga. serta merta tangan Sangkuriang  memeluk sang kekasih calon isteri yang tercantik seantero negeri, mendekap bibir yang mungil merekah, dan sambutan hangat dari Dayang Sumbi yang tidak kalah aktifnya seakan akan pelampiasan perasaan rindu yang tertahan selama bertahun-tahun…, tak satupun kata kata yang terucap dari kedua insan yang lagi dimabuk kesmaran..lupa segala-galanya, rasanya berada dilangit yang ketujuh , jauh dari kesibukan dunia, kesenangan dan kenikmatan yang meliputi seluruh tonjolan yang menegang dan pori-pori yang mulai mengeluarkan wewangian keringat, tak disadari kedua-duanya saling membantu melepaskan semua ornamen-ornamen yang menutupi tubuh mereka, seakan akan memberikan peluang tubuh mereka saling merapat tanpa pembatas… Baca entri selengkapnya »

Kisah Cinta Anak dan Ibu (Sangkuriang)

15 Januari 2010 oleh sasakala

 Pertemuan Dayang Sumbi dengan Sangkuriang (Epidode II)

10 tahun kemudian , alun alun kerajaan dipenuhi masyarakat yang sementara menonton pertandingan adu kekuatan dan ketangkasan para pemuda yang datang seantero negeri , kali ini   selain mendapatkan hadiah dari raja juga pemenangnya diperkenangkan bertemu Putri kesayangan Raja yang sangat cantik dan menawan , siapa tau sang putri berkenang dan menjadi mantu raja.

Seorang pemuda , tampan kurang lebih berumur 20 tahun dan gagah, duduk beristirahat setelah memenangkan 10 kali pertandingan berturut-turut, menantikan pertandinngan selanjutnya. Dia adalah Sangkuriang , pemuda sakti, setelah merantau dan berguru , terbentuklah dalam dirinya , jiwa kesatria mandra guna, jujur dan selalu menolong orang yang membutuhkannya, karena selama perantauannya tak pernah menemukan lawan tanding, maka segala kemauannya dan keinginannya selalu terpenuhi. Dan kali ini Sangkuriang ikut seyembara adu ketangkasan dan sekaligus berniat mempersunting sang putri yang konon mempunyai kecantingan dan keelokan yang tiada taranya dan terkenal sampai negeri seberang. Baca entri selengkapnya »

Kisah Cinta Anak dan Ibu (Dayang Sumbi)

15 Januari 2010 oleh sasakala

Dayang Sumbi  (Episode I)
Sungging Perbangkara Seorang , Raja kecil yang gemar berburu, suatu hari bersama beberapa orang sahabat dan hambanya pergi menyelusuri hutan didekat istana peritirahatan pribadinya.  Saat berburu itulah Sungging bertemu seorang gadis dusun cantik nan elok bernama Nyai Sariti, Kedua insan berlainan jenis ini saling tertarik pada pandangan pertama yang selanjutnya melakukan hubungan diluar nikah.

Nyai Sariti seorang gadis elok dusun yang miskin, hidup bahagia beberapa hari di istana tetapi kemudian ia diusir dan lupakan begitu saja. Karena Nyai Sariti punya dua kebiasaan yang sangat tidak disukai oleh Sungging. Yakni, cara makannya yang ribut dan rakus, juga dikala tidur Nyai Sariti selalu mendengkur keras dan ribut. Mirip cara makan dan mendengkurnya babi (pengertian filosofis untuk sosok babi dalam versi umum). Baca entri selengkapnya »

Budaya yang dicuri

26 Agustus 2009 oleh indotim

Budaya yang dicuri, lalu siapa pencurinya??, dan siapakan yang dicuri budayanya??. atau sejak kapan budaya Anu dimiliki oleh si Anu dan apa yang harus dibuat oleh si Anu untuk mempertahankan Budaya Anu.?? Baca entri selengkapnya »

Budaya Indonesia Timur

14 Mei 2009 oleh indotim

Budaya Indonesia Timur – Budaya merupakan hasil karya atau peradaban manusia yang tidak kunjung usai dan terus berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat. Oleh sebab itu dalam perjalanannya dimana nilai-nilai substansial dalam kebudayaan bisa berubah pada skala kecil maupun besar.

Bahkan jika kebudayaan tidak dipelihara dengan baik oleh segenap entitas yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kelangsungan nilai yang terkandung di dalamnya. Maka melihat hal ini budaya akan punah atau digantikan dengan embrio kultural yang berpotensi merugikan.

Untuk mempertahankan budaya sebagai sumber energi positif  bukan pekerjaan mudah. Terlebih lagi di lingkungan masyarakat heterogen yang memiliki keanekaragaman karakter setiap kelompok.

Maka dari itu untuk memelihara dan menjalankan budaya harus dilaksanakan dengan bersungguh-sungguh, kemudian berpijak kepada empati dan toleransi yang tidak memunafikkan eksistensi kelompok lain dengan kultur berbeda.

Untuk itu sangat penting membangun komunikasi dalam kebhinekaan. Maka dengan etika dan strategi komunikasi yang tidak menyinggung nilai masyarakat majemuk, maka keanekaragaman di Indonesia Timur khusunya , di Republik ini umumnya tetap terjaga dan upaya untuk mencapai kesejahteraan menjadi lebih terbuka.

Baca juga Budaya Indonesia yang :

  1. Hilang
  2. Dilupakan
  3. Dicuri
  4. Hampir punah
  5. Era Globalisasi