Kisah Cinta Anak dan Ibu (Sangkuriang)

by

 Pertemuan Dayang Sumbi dengan Sangkuriang (Epidode II)

10 tahun kemudian , alun alun kerajaan dipenuhi masyarakat yang sementara menonton pertandingan adu kekuatan dan ketangkasan para pemuda yang datang seantero negeri , kali ini   selain mendapatkan hadiah dari raja juga pemenangnya diperkenangkan bertemu Putri kesayangan Raja yang sangat cantik dan menawan , siapa tau sang putri berkenang dan menjadi mantu raja.

Seorang pemuda , tampan kurang lebih berumur 20 tahun dan gagah, duduk beristirahat setelah memenangkan 10 kali pertandingan berturut-turut, menantikan pertandinngan selanjutnya. Dia adalah Sangkuriang , pemuda sakti, setelah merantau dan berguru , terbentuklah dalam dirinya , jiwa kesatria mandra guna, jujur dan selalu menolong orang yang membutuhkannya, karena selama perantauannya tak pernah menemukan lawan tanding, maka segala kemauannya dan keinginannya selalu terpenuhi. Dan kali ini Sangkuriang ikut seyembara adu ketangkasan dan sekaligus berniat mempersunting sang putri yang konon mempunyai kecantingan dan keelokan yang tiada taranya dan terkenal sampai negeri seberang.

Sang Putri, tidak lain adalah Dayang Sumbi, yang telah menjanda 20 tahun , namun makin bertambah umur seiring bertambah pesona keindahan dan kecantikannya yang membuat setiap pemuda di negri itu mengidam-idamkan untuk mempersuntingnya dengan cara apapun. Dayang Sumbi, setelah menjanda sekian tahun namun hasrat gelora kewanitaannya sangat mendambakan  dekapan dan kehangatan sang suami , karena hasrat yang membara inilah menyebabkan Dayang Sumbi merawat kecantikan dan keelokan wajah dan tubuhnya. Menggunakan kesempatan ini Dayang Sumbi nantinya menetapkan calon pendampingnya dari pemenang sayembara.

Wal hasil , pemuda perkasa, satria mandra guna “Sangkuriang” berhasil memenangkan semua pertandingan, menyisihkan lawan-lawannya satu persatu. kemenangan mutlak, dan mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan selanjutnya dipersilahkan memasuki istana untuk menjumpai sang putri.

Pertemuan kedua insan ini (Dayang Sumbi dan Sangkuriang) membuat suasana saat itu tidak menentu, membisu seribu bahasa, masing masing hasrat untuk saling memiliki, untuk bersatu yang tidak akan dipisahkan lagi oleh apapun, hasrat yang membara selama ini yang dirasakan Dayang Sumbi, menantikan sang kekasih selama 20 tahun , berlindung dalam dekapan dada lapang yang telah hilang  dan pernah dimilikinya dan dalam hatinya diputuskan apapun yang diminta oleh perjaka akan diserahkan dengan sepenuh hatinya, demikian pula Sangkurang, yang telah berkelana selama 10 tahun , menemukan sang gadis mirip sekali dengan ibundanya, yang berbeda sebelum Sangkuriang tinggal pergi karena diusir ibunda, raut wajah sang bunda tergores rana penderitaan yang sangat mendalam, tetapi putri yang ada didepannya ini, selaian kecantikan dan kemolekannya melebihi berita yang tersebar keseluruh negeri, juga sangat ceriah dan tubuhnya mengeluarkan wewangian alami seorang perawan.

Keheningan dipecahkan oleh suara raja yang bertanya kepada Sangkuriang , ” Katakanlah wahai pemuda perkasa, apa keinginan kamu setelah memenangkan semua sayembara??’ , kata Sangkuriang dengan jantung berdebar-debar ” Hamba  hanya ingin mempersunting sang Putri”, mendengar permintaan Sangkuriang tersebut , wajah Dayang Sumbi merona kemerahan dengan perasaan bahagia dan langsung berlari kecil menuju kamarnya. Raja tertawa senang dan mengucapkan selamat kepada Sangkuriang karena permintaannya telah dikabulkan oleh Dayang Sumbi.

Beberapa saat kemudian, setelah ditetapkan hari pernikahan besok siang yang akan dirayakan selama 7 hari-7 malam, maka Sangkuriang diizinkan menemui Dayang Sumbi langsung dikamarnya untuk saling mengenal satu sama lain.

bersambung ” Kisah Cinta Anak dan Ibu (Tangkuban perahu) 

Sisipan khusus 17 thn keatas ” Kisah Cinta Ibu dan Anak

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: