Budaya yang dicuri

Budaya yang dicuri, lalu siapa pencurinya??, dan siapakan yang dicuri budayanya??. atau sejak kapan budaya Anu dimiliki oleh si Anu dan apa yang harus dibuat oleh si Anu untuk mempertahankan Budaya Anu.??

Hubungan kedua Negara Serumpun yaitu Indonesia dan Malaysia akhir2 ini sedikit menghangat lantaran.. Malaysia mulai sedikit-sedikit , perlahan lahan tetapi pasti secara  agresif mengklaim apa saja yang bisa diambil….mulai dari Pulau, Tarian tarian, hasil karya kerajinan tangan, sampai ide ide bila perlu Putri Manohara yang Cantik Jelita..diambilnya pula kalau pemiliknya tidak mampu mempertahankannya.

Katakanlah Wayang Kulit Petruk Gareng..atau cerita Mahabaratha atau perang barata yudha, cerita Putri Sintha, atau cerita rakyat pedesaan di Ponorogo…, atau cerita sikera sakti siapakah yang mengetahui asal muasalnya wayang kulit tersebut.., kalaupun ada yang tau mungkin dibaca dari sejarah yang terlama/ tertua yang kita buat…,kemudian kita coba membuka diri..belajar dari sejarah dunia tentang perkembangan Hindu Budha..katakanlah di India.., bagaimanakah cara masayarakat India jaman adakulu kala menceritarakan kehidupan dan sejarah perang barata yudha ??, apakah ada kemiripan gambar dan pola dengan wayang kulit Indonesia ?.., pasti sangat banyak perbedaannya, tetap kalau mau dicari persamaannya ,kayaknya hampir sama tu…, yang jelas wayang kulit telah direproduksi dan telah dinikmati oleh wisatawan mancanegara di Malaysia dan menghasilkan  duit sebesar (Rp. 184 T).
Begitu juga Benda Pusaka Nusantara seperti kris pusaka raja dahulu kala telah direproduksi dan tarian tarian buadaya Bali telah dipelajari oleh Bangsa serumpun kita (Malaysia) kemudian mereka mengklaimnya sebagai milik budaya mereka…

Dilain pihak.. , dengan perasaan bangganya kita mengirim anak bangsa kita pengrajin terkenal suku bangsa Tana Toraja , ke jepang dan China untuk membuat Rumah adat Tongkonan , dan tidak tanggung2, dibuatnya miniatur dengan segala pernik barang budaya Tana Toraja serta makanan khasnya..di area yang cukup luas..ibarat untuk Wisata Budaya Tana Toraja tidak perlu ke Indonesia, dan  pernahkah dibayangkan berapa kunjungan wisatawan ke lokasi itu perhari???., jauh lebih banyak dengan jumlah penduduk di Rantepao (Ibu Kota Tana Toraja- Makale).

Kalau Malaysia menklaim serta Mempertontongkan Budaya Tari Bali, Wayang Kulit dan Kris Pusaka disuatu ruangan dengan acara terjadual tetapi di Jepang dan china telah dibuat miniatur Budaya Tana Toraja…hebatttttt

lihat juga : budaya-indonesia  , budaya-indonesia-timur , budaya-yang-dilupakan , budaya-yang-hampir-punah , budaya-di-era-globalisasi , budaya-yang-dicuri , budaya-yang-hilang .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: