Cerita Karya Anak

 Cerita Karya Anak (Sumber)
  1. Kelinci yang Beruntung
  2. Bencana Banjir di Desa
  3. Hantu di Genteng
  4. Menemani Adik Bayi
  5. Kappa yang Iri
  6. Kisah Peri Bunga
  7. Bintang Peliharaan
  8. Sahabat Sejati
  9. 5 Sahabat Topi
  10. Bunga-bunga Alysa
  11. Senyum Sang Raja
  12. Anak yang Sombong
  13. Kelinci Sherina
  14. Roki yang Suka Tidur Terlalu Malam
  15. Mimpi Buruk
  16. Aku Bangga Pada Ayahku
  17. Adikku yang Baik
  18. Anak Penyapu Jalan
  19. Ayahku
  20. Perjalanan Menuju Perancis
  21. Dompet Ibu Fatiani
  22. My Super Dad!
  23. Rekreasi Yang Tertunda
  24. Bunda
  25. Pengorbanan
  26. Poci si Kurcaci Yang Tersesat
  27. Ulang Tahun Pak Anto
  28. Kera Jadi Raja
  29. Memangnya Kenapa Kalau REJOICE?
  30. Sassy dan Boneka Gembala
  31. Nessa dan Peri Salju
  32. Anjing Kesayangan
  33. Blify
  34. Indahnya Bersatu
  35. Mendapatkan Pekerjaan
  36. Cinta Damai
  37. Jilly sang Anjing Nakal
  38. Misteri Apel
  39. Tamasya Ke Kampung Halaman
  40. Untuk Sebuah Cita

Lihat Halaman berikutnya

=================
sambung disini dari bawah
http://www.reviewdong.com/hiburan/anak/cerita-anak/cerita-karya-anak?page=3
=================
Saling Mengasihi
Ditulis Oleh Wulandari Hermawan Maret 06, 2012

Nayla dan Nathan adalah 2 anak sholeh yang hidup begitu sederhana, mereka kakak beradik yang sangat rukun. Suatu Нari di jalan mereka bertemu dengan nenek-nenek yang sudah sangat tua sekali, nenek itu terlihat begitu bingung.

Nayla : “Assalamu alaikum nek, nenek mau kemana?”

Nenek : “Nenek mau kerumah cucu nenek, tapi alamatnya lupa”.

Nathan : “Aduh kak, kasihan sekali nenek ini. Bagaimana kalau kita bantu nenek ini kak?”

Nayla : “Iya dek. Nek mampir dulu yuk kerumah kita yuk, nanti‎ kita antar nenek mencari rumah cucunya setelah shalat dzuhur ini”.

Nenek tersebut akhirnya mau mampir kerumah dua anak tersebut.

Sampai dirumah mereka disambut olah ibunya. Kemudian mereka menceritakan perihal yang terjadi dengan nenek tersebut. Ibu mereka mau mengerti dan akan ikut membantu untuk mencari cucu nenek tersebut.

Sesuai janji mereka kepada nenek, mereka berdua membantu nenek mencari cucunya setelah mengerjakan shalat dzuhur.

Tiba di satu rumah yang begitu besar, mereka coba untuk bertanya kepada salah seorang penjaga rumah.

Nayla : “Assalamu’ alaikum pak, saya mau tanya kira2 bapak tahu rumah Jihan nggak ya? Anaknya bapak Sutisna?”

Penjaga rumah : “Ade dari mana?”

Nayla dan Nathan menceritakan sedikit tentang nenek.

Penjaga rumah : “Ade beruntung, disinilah rumah pak Sutisna, dan Jihan anaknya”.
=================
Anak Penyapu Jalan
Ditulis Oleh Yunita Rizki R Maret 02, 2012

Pada suatu pagi yang cerah,Desy bersama sahabatnya Melindadan Astari,mereka sedang berolahraga. Kegiatan ini selalu mereka lakukan dengan rutin. Bagi mereka jika berolahraga pagi itu sangat baik. Karena selain udaranya masih sangat segar,dan membuat mereka menjadi lebih semangat. Saat mereka sedang berolahraga Desy melihat anak kecil yang sedang menyapu jalan.

Tiba-tibaDesy menjadi iba kepada anak tersebut. “Des,kamu kenapa melamun?” tanya Melinda sambil menepuk bahu Desy. “ah,tidak…aku hanya merasa iba kepada anak itu.” sambil menunjuk ke arah anak penyapu jalan tersebut.

“Aku merasa iba kepada anak itu,kasian sekali dia di pagi-pagi buta seperti ini dia sudah harus bekerja mencari uang sebagai penyapu jalan.” sambung Desy.

“Iya juga sih. aku merasa kasian terhadap anak itu..” kata Melinda. “Hei,kalian dari tadi sedang membicarakan apa?” tanya Astari

“Begini ceritanya Desy merasa iba terhadap anak penyapu jalan itu.” jawab Melinda.
lalu Astaripun melihat ke anak itu,lama sekali Astari memerhatikan anak itu dan sepertinya Astari mengenal wajah anak tersebut.

“Ada apa,Astari?” tanya Melinda dengan heran. “uhm…anak itu adalah anak teman ibuku.” jawab Astari

“Eh,yang benar kamu?” tanya Desy dengan tidak yakin. “Benar. Namanya adalah Pratiwi. keluarganya hidup serba kekurangan. ibuku seringkali memberi mereka makanan dan baju.”

“Memang orang tua Pratiwi bekerja sebagai apa?” tanya Desy lagi. “ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. ibuku bilang gaji mereka begitu kecil sehingga untuk membiayai sekolah Pratiwi tidak bisa.” kata Astari dengan sedih.

“Jadi dia putus sekolah?” tanya Desy “iya…” jawab Astari

“dan lagi pula dia adalah anak yang pintar.” kata Astari “sangat disayangkan anak sepintar dia harus putus sekolah.” kata Melinda dengan sedih
“hei,bagaimana kalau kita membantu dia?” usul Desy “boleh saja,tapi bagaimana caranya?” tanya Melinda.

“Nanti kita masing-masing dar rumah membawa barang yang masih bisa di pakai untuk dia. Dan aku juga akan coba berbicara kepada orang tuaku agar orang tua dia bisa di kerjakan di rumahku.” jawab Desy
“Wah,boleh juga usulmu. Aku setuju” kata Astari dengan semangat.

“Ya sudah,kalau begitu besok kita semua berkumpul di sini jam 06.00 terus kita kasih barang-barang kita ke dia.” kata Melinda

“Ya,oke.” kata Desy dan Astari dengan serempak.
Akhirnya mereka bertiga pulang ke rumah masing-masing dan mecari barang yang masih bisa di pakai oleh Pratiwi.

Dan pagipun telah tiba,mereka bertiga berkumpul di taman yang kemarin. Saat itu mereka melihat Pratiwi yang sedang menyapu. Lalu mereka bertiga langsung menghampiri Pratiwi.

“Pratiwi,selamat pagi.” sapa Astari “ah,Astari. Selamatpagi juga.” sapa balik Pratiwi dengan ramah. “Pratiwi,aku dan sahabatku punya sesuatu untuk kamu?” kata Astari

“Untuk aku? apa?” tanya Pratiwi dengan heran. Lalu mereka bertiga langsung mengasih ke Pratiwi.
Saat Pratiwi membuka bungkusan tersebut ternyata isinya adalah alat-alat kebutuhan sekolah. ada sepatu,seragam,tas,dan alat-alat tulis. Sungguh senang hati Pratiwi “ah,terimaka kasih! aku senang sekali! kalian sungguh baik” kata Pratiwi dengan senang.

“Sama-sama.” jawab mereka bertiga dengan kompak.
“Dan Pratiwi mulai besok orang tua kamu akan bekerja di rumahku.” kata Desy

“Sebagai apa?” tanya Pratiwi “ibumu akan bekerja sebagai penjaga anak dan ayah kamu akan bekerja sebagai sopir. Yah…gajinya mungkin tidak seberapa besar” jawab Desy

“Terima kasih banyak. orang tuaku pasti sangat senang mendengar kabar ini!” “Iya,sama-sama.” kata Desy ‘dan lagi pula kita harus saling tolong menolong” sambung Astari “dan juga besok kamu sudah mulai bisa bersekolah lagi dan kamu akan satu kelas dengan kami” sambung Melinda.

“Iya,terima kasih banyak” kata Pratiwi dengan senang.

Akhirnya Pratiwi sudah mulai bisa bersekolah lagi dan orang tuannya juga bisa mendapatpekerjaan yang layak. Pratiwi sungguh bersyukur karena ia bisa bersekolah dan mempunyai teman yang begitu baik.
=================
Tamasya Ke Kampung Halaman
Ditulis Oleh Aisyah As-Salafiyah Febuari 15, 2012

Di pinggiran metropolitan hiduplah keluarga yang hidupnya sangat sederhana, itulah keluarga kami, aku adalah anak tunggal yang tidak memiliki adik ataupun kakak, setiap hari aku hanya makan seadanya terkadang hanya makan nasi dengan mie atau roti kalau ada, aku jarang sekali bepergian atau berjalan-jalan kecuali karena suatu sebab mendadak. Pada suatu hari aku berjalan-jalan ke Taman Safari karena mendapatkan juara satu di kelasku. Aku berangkat bersama teman–temanku yang lain. Begitu senangnya hatiku, bisa berjalan-jalan ke tempat itu. Kami berangkat menggunakan bis, aku duduk di samping kedua orang tuaku, begitu sampai di Taman Safari kami berkeliling dengan bis itu melihat-lihat berbagai binatang yang berada di situ, setelah puas rombongan kami berhenti di sebuah lapangan berumput hijau lalu kami membuka beberapa tikar yang cukup untuk orang yang ikut rombongan di bis yang kami tumpangi.
Semua membuka bekal masing-masing kecuali aku, aku tak punya bekal, aku duduk termenung tiba-tiba ada orang yang mencolek punggungku lalu ia bertanya “Kamu mau makan?”. Aku menjawab pelan “Sedikit saja bu” kataku malu –malu, lalu orang itu memberikan nasi dan daging banyak sekali, “Bu kok banyak sekali ?” kataku, “Kalau kebanyakan berikan kepada orang tuamu, nak panggil orang tuamu ibu mau berkenalan”, seteah aku makan dan orang tuaku sudah berkenalan, kami pulang ke rumah. Setelah sampai aku tertidur pulas di atas kursi panjang.
Setahun kemudian ibu yang bertemu di Taman Safari itu ke rumahku membawakan kue tart tiga bungkus, uang sebanyak Rp. 100.000.00 [ seratus ribu rupiah ] dan durian montong sebanyak dua buah, kami segera mengucapkan terima kasih kepadanya. Dan kami juga bersyukur mendapatkan uang sebesar itu karena sudah beberapa tahun kami tidak pernah lagi pulang ke kampung ayah, maka uang itu digunakan untuk pergi ke kampung ayah. Di sana aku sangat bahagia karena bisa bertemu keluarga yang dari dulu kuidam idamkan karena sudah lama tidak bertemu. Pada waktu sholat Idul Fitri aku melihat ibu yang telah memberikan uang kepadku dulu, rupanya dia juga warga dari kampung ayah yang sudah lama tinggal di Jakarta. Kami segera berpelukan dan saling bermaaf-maafan.
=================
Untuk Sebuah Cita
Ditulis Oleh Aisyah As-Salafiyah Febuari 15, 2012

Namaku Aisyah, aku tinggal bersama kedua orang tuaku. Rumah kami berada di pinggiran metropolitan, walaupun hidup kami sederhana namun tidak menyurutkan semangatku untuk belajar. Buktinya aku bisa menduduki rangking satu terus, hingga kini aku sudah menginjak kelas IV MI. Hanya saja walaupun aku selalu rangking kelas aku tidak pernah diberikan hadiah oleh kedua orang tuaku, mungkin mereka tidak mampu untuk memberikan hadiah itu.
Ayahku bekerja sebagai karyawan rendahan di sebuah panti asuhan, gajinya hanya cukup untuk makan kami sekeluarga, sedangkan ibuku hanya berada di rumah, dulu ibu pernah mengajar di TK dekat rumah, tapi karena suatu sebab beliau tidak mengajar lagi, mungkin karena banyak guru-guru baru yang lebih tinggi pendidikannya. Dalam keluargaku aku adalah anak tunggal, aku tidak punya adik dan juga tidak punya kakak, hal inilah yang membuat hubunganku dengan ayah begitu dekat, walaupun beliau hanya karyawan rendahan namun dia tidak pernah minder, apalagi menyerah dengan nasib. “Kita harus merubah nasib kita sendiri” begitu katanya pada suatu hari.
Ternyata ucapan ayah bukan isapan jempol, beliau sangat bersungguh-sungguh untuk membuktikan ucapannya, hal ini pula yang membuatku merasa untuk terus bersemangat belajar, walaupun aku tidak pernah diberikan hadiah jika juara kelas, berbeda dengan teman-teman yang mempunyai keluarga yang kaya, jika mereka juara pasti dibelikan macam-macam, hal ini aku ketahui dari majalah bekas yang sering dibeli oleh ayah. Yah…. Benar ayah memang sangat senang membaca, sudah banyak sekali buku-buku yang dibelinya, walaupun kebanyakan adalah buku bekas. Aku sendiri juga sering sekali dibelikan majalah dan buku-buku bacaan bekas, katanya sih kalau beli yang baru mahal.
Mungkin ini juga yang membuatku mulai senang membaca. Kalau aku ingin membaca buku-buku yang baru biasanya ayah mengajakku ke toko buku, di sana aku bisa membaca buku sepuasnya tanpa perlu membeli, kalaupun terpaksa membeli paling-paling membeli majalah AAS atau buku-buku yang harganya murah.
Oh ya… ayahku bisa berubah dari seorang yang berpendidikan rendah menjadi orang yang suka membaca dan banyak ilmunya bukan tanpa sebab, ternyata ucapan beliau yang dulu telah dilaksanakan, pantas saja setiap akhir pekan ayah tidak pernah mengajakku jalan-jalan, rupanya beliau mengikuti kuliah kelas akhir pekan di sebuah Universitas, ternyata tidak berhenti disitu, beliau juga mengikuti kursus komputer, bahasa Inggris, bahasa Arab dan ikut kuliah juga di Universitas Terbuka (UT). Pantas saja ayah jarang sekali membeli baju atau membeli barang-barang rumah tangga. Dan bunda sendiri juga sering mengeluh dengan uang belanjanya. “Bu sabar saja ini khan buat kebaikan kita nanti” begitu kata-kata ayah yang pernah aku dengar.
Kini aku paham kenapa setiap juara kelas aku jarang diberikan hadiah, rupanya uang ayah digunakan untuk biaya kuliahnya. Dan saat ini kami semua bersyukur, setelah ayah menyelesaikan kuliahnya kini ayah diangkat sebagai karyawan tetap dan statusnya pun naik. Semoga saja tahun ini kalau aku juara bisa dibelikan sepeda. “Bu Ayah berencana untuk melanjutkan sekolah Pasca Sarjana” kata ayah pada ibu. “Kalau ayah sudah yakin ya silahkan saja bunda hanya mendoakan” sahut ibu pelan. Yah…melayang lagi deh hadiah juara kelasku.
=================
Nessa dan Peri Salju
Ditulis Oleh Suha Azka Sabila Febuari 08, 2012

Syuut…!! Peri Salju turun ke bumi untuk melaksanakan tugasnya sebagai Peri Salju atas perintah Ratu Bidadari. Peri Salju adalah peri yang manis dan baik hati. Dari tongkatnya yang berbentuk bintang bisa mengeluarkan apa saja.Terbuat dari perak. Semua peri memiliki tongkat seperti itu. Yang lebih istimewa adalah tongkat Ratu Bidadari, terbuat dari campuran batu mulia seprti : emas, intan, perak, berlian, platina, dll.

Peri Salju yang mungil terbang ke Negeri Hazel untuk menurunkan salju. Sambil mengayunkan tongkatnya, ia berkata, “Turunlah salju… turunlah salju..”. Tongkat ajaib itu langsung bersinar dan turunlah salju yang lebat! Seketika cuaca di negeri Hazel menjadi sangat dingin.

“Nah, sekarang tugasku telah selesai. Aku mau pulang ke negeri awan kembali!”. Katanya. Baru saja ia mulai mengepakkan sayapnya, tiba-tiba ia mendengar suara tangis gadis kecil yang halus. Peri Salju menghentikan kepakkan sayapnya. Ia menghampiri gadis itu.

“Siapa namamu? Mengapa kamu menangis?” Tanyanya.
“Aku Nessa. Aku menangis karena kedinginan. Hiks..hiks..”Jawab Nessa sambi melingkarkan tangannya ke kakinya. Badannya yang kecil hanya memakai kaus dan rok berkain tipis.

“Mengapa kamu tidak pulang ke rumahmu dan mengganti bajumu yang tipis itu dengan sweater yang tebal?” Tanya Peri Salju.

“Aku anak miskin. Aku hanya punya baju yang kupakai ini. Kedua orang tuaku sudah meninggal. Aku tinggal sendirian. Aku tinggal di emperan toko..,hiks.. hiks..”

Peri Salju tertegun mendengar penjelasan Nessa. Gadis sekecil itu sudah harus tinggal sendirian. Peri Salju iba melihatnya. Karena tak tega, Peri Salju segera mengayunkan tongkatnya. Dan… Criing! Baju Nessa yang tipis, kumuh, dan penuh tambalan itu berubah menjadi sweater tebal yang hangat, serta di belakang Nessa sudah terlihat gubuk kecil.

“Tinggallah di gubuk itu! Di dalamnya sudah ada kulkas kecil yang berisi makanan dan minuman lezat yang tak akan pernah habis! Juga ada lemari pakaian berisi pakaian untukmu!” ucap Peri Salju sambil terbang ke atas dan sekmakin lama tidak terlihat.

“Ah, tunggu dulu!” cegah Nessa. “Terima kasih banyak! Aku tak akan pernah melupakanmu!”

=================
Lampu Tidur untuk Seilla
Ditulis Oleh Nadia Feranisa Febuari 05, 2012

Semenjak Rissa naik ke kelas 1 SD, Seilla tidur satu kamar dengan adiknya itu. Rissa baru bisa tidur kalau lampu kamar dimatikan. Ia akan menangis jika ketika tidur lampu dinyalakan. Hal ini benar-benar membuat Seilla kesal. Berbeda dengan Rissa,Seilla tidak suka kalau ketika tidur lampu kamar dimatikan. Makanya Seilla sangat membenci waktu tidur. Namun, Seilla tidak pernah menceritakan hal itu kepada mama atau papa karena menurut Seilla pasti mereka akan membela Rissa.
Malam harinya, Seillasudah memakai piyama dan bersiap untuk tidur. Rissa masih menyikat giginya di kamar mandi. Seilla langsung menyalakan lampu kamar dan cepat-cepat naik ke kasur. Ketika Rissa masuk ke kamar, ia langsung membangunkan Seilla untuk mematikan lampu kamar. Saklar lampu berada di dinding atas sedangkan tangan Rissa belum sampai.
“Kak Seilla, tolong matikan lampunya dong.. Aku nggak sampai..”, kata Rissa dengan manja.
“Matikan saja sendiri!”, jawab Seilla singkat.
Rissa kemudian menangis keras dan mengadu ke mamanya. Hal ini sudah diduga Seilla akan terjadi. Tak lama kemudian,mama bersama Rissa masuk ke kamar. Mama langsung mematikan lampu kamar tersebut
“Seilla, harusnya kamu bantu Rissa untuk mematikan lampunya dong.. Cuma begitu saja masak kamu tidak mau bantu?”, Tanya mama.

“Tahu ah! Aku nggak peduli!”, Jawab Seilla ketus dari atas kasur tanpa menoleh ke arah mamanya sedikitpun.
Mama hanya menghela nafas heran. Kini lampu kamar sudah dimatikan, Rissa bisa tidur dengan lelap namun tidak untuk Seilla. Pukul 11 malam, mata Seilla masih saja terbuka memandang langit-langit kamar yang gelap. Sedangkan Rissa sudah tertidur lelap. Seilla memikirkan bahwa pasti besok dia akan mengantuk di sekolah kalau setiap malam ia tak pernah bisa tidur. Dalam hati, Seilla mengolok-ngolok Rissa.
“Seharusnya Rissa tetap tidur di kamar mama dan papa saja seperti dulu! Rissa benar-benar menyebalkan!”, batin Seilla kesal.

Pagi harinya……
“Seilla!! Seilla!! Bangun!! Mau tidur sampai jam berapa kamu?”, seru mama membangunkan Seilla.
“Ng… Seilla masih ngantuk, ma… Sebentar lagi…”, jawab Seilla.
“Nanti kamu terlambat berangkat sekolah… Cepat bangun!”
“Iya-iya aku bangun!!”
Seilla akhirnya terpaksa bangun padahal ia masih mengantuk karena kurang tidur semalam. Setelah mandi dan mengenakan seragam sekolahnya, Seilla sarapan pagi di meja makan bersama keluarganya. Ia masih kesal dengan Rissa, Seilla sama sekali tak menengok ke wajah adiknya itu. Sarapan pagi itu hening sekali.

“Ma, Pa aku berangkat sekolah dulu ya..”, kata Seilla dan Rissa berpamitan kepada mama dan papanya ketika mobil jemputan datang.
“Iya, sayang! Belajar yang rajin ya!”, seru mama dan papa.
Ketika belajar di sekolah, Seilla berusaha menahan rasa kantuknya itu. Namun di pelajaran terakhir Seilla sudah tidak kuatlagi. Ia tertidur ketika disuruh mengerjakan tugas oleh gurunya.
“Seilla! Kalau di kelas jangan tidur!”, seru bu guru yang membuat Seilla kaget dan terbangun.
Semua teman mentertawakan Seilla yang tertidur ketika pelajaran berlangsung. Seilla memninta maaf kepada guru sambil menahan malu. Setelah itu, Seilla kembali belajar seperti biasa.

“Kriiiing!!!!!”
Bel sekolah berbunyi tanda akan pulang. Setelah berdoa sebelum pulang dan berpamitan dengan guru, semua anak pergi berhamburan keluar kelas. Rissa sudah menunggu Seilla di depan pintu gerbang untuk pulang bersama.
Sepanjang perjalanan pulang, Seilla sama sekali tak berbicara dengan Rissa ataupun dengan teman-temannya di dalam mobil antar jemput.
Sesampainya di rumah, Seilla segera masuk ke kamar mandi untuk cuci kaki setelah itu dia mengganti seragamnya. Ketika Seilla sedang asik menonton televisi, mama menghampiri Seilla.

“Seilla hari ini ada apa sih?”, tanya mama memulai pembicaraan.
“Nggak ada apa-apa kok..”
“Ah masak sih? Tadi mama dapat telpon dari bu guru katanya Seilla tertidur di sekolah ya? Kalau ada apa-apa Seilla kan bisa cerita sama mama…”
“Percuma saja! Sekalipun Seilla cerita sama mama, mama pasti akan memihak pada Rissa!”
“Loh kok begitu? Mama saja belum dengar cerita Seilla..”
“Begini loh ma, setiap malam Seilla tidak pernah bisa tidur karena lampu kamar selalu saja dimatikan.. Seilla kan tidak suka gelap, ma! Seilla mau punya kamar sendiri saja kalau begitu!”
“Kalau kamar sendiri kan bisa nanti saja.. Seilla kan tahu kalau untuk membuat kamar baru kita belum punya cukup uang.. Seilla bersabar sedikit ya nanti biar mama bicarakan dengan Rissa agar mau menyalakan lampu kamar kalau malam..”, jelas mama sambil tersenyum.
“Ah percuma saja!! Ujung-ujungnya pasti mama akan membela Rissa juga!”
Saking kesalnya, Seilla berlari ke kamar dan meninggalkan mama. Di kamar, Seilla menangis karena merasa sudah tidak diperhatikan mamanya lagi. Karena lelah menangis, akhirnya Seilla tertidur di atas kasurnya.

Pukul 3 sore, Seilla terbangun dari tidurnya. Ia merasa sangat lapar karena tadi siang belum sempat makan. Ia pergi ke ruang makan. Di atas meja makan sudah ada ayam goring, nasi, dan sup sayur. Kemudian, Seilla mengambil piring dan makan dengan lahapnya. Tiba-tiba mama menghampiri Seilla yang sedang makan.

“Eh Seilla sudah bangun ya? Coba lihat ke meja kecil sebelah kasur Seilla deh..”, kata mama.
“Memangnya ada apa, ma?”
“Lihat saja dulu. Tapi lihatnya nanti kalau sudah selesai makan ya.”
“Iya, ma.”
Setelah makan, Seilla pergi ke kamarnya. Ia ingin tahu ada benda apa di atas meja sebelah kasurnya. Ternyata benda itu adalah lampu tidur kecil yang berbentuk boneka beruang bewarna pink. Seilla terkejut sekaligus senang. Kemudian ia coba menyalakan lampu tidur barunya tersebut. Wah cahayanya cukup terang untuk menerangi kasur Seilla! Seilla keluar dari kamarnya dan langsung memeluk mamanya.
“Ma, terima kasih banyak ya! Seilla suka sekali dengan lampu tidur yang mama belikan!”, kata Seilla sambil tersenyum.
“Sama-sama sayang.. Nah sekarang kalau malam Seilla sudah bisa tidur dengan nyenyak dan besok-besok tidak akan tertidur di sekolah lagi.. Seilla juga tidak usah rebut lagi soal lampu kamar dengan Rissa, Seilla kan sudah punya lampu tidur sendiri..”, jawab mama dengan lembut.
“Iya, ma! Terima kasih! Seilla sayang mama!”
Semenjak itu, Seilla minta maaf kepada Rissa karena waktu itu dia tak mau mematikan lampu kamar untuk Rissa. Kini Seilla sudah tidak keberatan lagi kalau lampu kamar dimatikan. Malam ini, Seilla tidur ditemani lampu tidur kecil berbentuk boneka beruang miliknya yang lucu itu.
=================
Cita-citaku Dokter
Ditulis Oleh Nunung Januari 20, 2012
Dokter adalah seseorang yang mempunyai jasa menyembuhkan pasien atau seseorang yang sedang sakit. Dokter dapat menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Apabila aku besar nanti,aku akan menjadi dokter. Karena dokter adalah seseorang yang sangat berjasa. Aku ingin menjadi dokter karena dapat menyembuhkan pasien yang terkena penyakit. Dan di saat-saat ini aku akan belajar dengan sepandai-pandainya agar aku dapat meraih cita-citaku yang ingin menjadi dokter. Karena disaat kita kecil kita selalu dibahagiakan orang tua. Tapi saat kita akan menjadi orang yang sukses, kita harus membahagiakan orang tua.

Disaat aku kecil,aku selalu disayangi orang tua, tapi saat kita sudah besar, kita harus menyayangi orang tua kita. Aku mempunyai cita-cita menjadi dokter karena saat aku kecil waktu itu aku sedang sakit dan aku dibawa ke dokter. Dan saat itu aku akan menjadi dokter karena waktu itu aku sedang melihat seseorang yang kesakitan, dan aku melihat seorang dokter yang berjuang untuk mengobati pasien itu. Betapa besar jasa seorang dokter ketika mengobati pasiennya. Dan aku akan belajar sepandai-pandainya agar aku dapat meraih cita-citaku menjadi dokter.

Dan dokter telah berjuang demi pasiennya yang sedang sakit. Jasa seorang dokter tak akan aku lupakan. Karena dokter membantu dan berkorban untuk membantu menyembuhkan penyakit seseorang yang sedang melawan kesakitan. Tak akan kulupakan jasa seorang dokteryang amat besar memperjuangkan nyawa seseorang. Jika kau sakit, kau membantu menyembuhkanku, jasa mu tak ternilai dengan uang. Aku akan mengingat jasa mu yang mulia, tak akan kulupakan jasamu yang sangat besar.

Jika tak ada kau, orang –orang akan kesulitan menghadapi penyakit yang dideritanya. Karena itu aku akan menjadi dokter supaya bisa membantu orang-orang yang kesakitan.
=================
My Super Dad
Ditulis Oleh Rahmadani Dewi S Januari 01, 2012

Bangun pukul 05.00, sarapan pagi pukul 06.00, berangkat sekolah pukul 06.15. Huh, semua pasti harus tepat waktu. Jika terlambat sedikit pun, Dira bisa mendapat hukuman dari sang Papa. Ini itu harus di penuhi. “Seperti robot saja,” batin Dira. Apalagi saat pulang sekolah, ada berpuluh-puluh panggilan masuk dari Papa di ponsel Dira. Dira hanya mengeluh, “Ya, ampun!”. Papa selalu menanyakan keadaan Dira setiap menit, bahkan setiap detik tiap kali Dira bernapas.

Dira menghempaskan badannya ke tempat tidur sambil menghela napas, “Huh, sebel!Kenapa Mama pakai acara tugas ke Bali satu bulan!” jerit Dira. Tidakada satu pun orang yang mengetahui Dira sedang kesal, karena tidak ada siapa-siapa di rumah Dira. Hanya Dira seorang.

Sudah dua minggu Dira berdua di rumah bersama Papa dan dua minggu pula Dira mendapat latihan militer dari Papa. Saatnya makan malam, Papa yang memasak sendiri untuk Dira. Tetapi, hati Dira juga luluh saat Papa membuatkan masakan untuknya. Padahal Papa dulu tidak pernah kursus memasak. Tapi, sebelum tidur Dira pasti di paksa Papa untuk mendengarkan cerita masa kanak-kanak Papa yang bila di ceritakan tidak akan selesai semalam. Dira berdoa agar secepatnya tidur malam dan Mama cepatlah pulang! bisik Dira dalam hati.

Minggu pagi, Dira di bangunkan Papa tepat pukul 5 pagi. Dira menurut saja, mereka shalat berjama’ah dan jogging mengitari taman kota. Cukup setengah jam, mereka sudah kembali ke rumah. Dira tampak kelaparan, Papa langsung mengerti, “Ayo, kita memasak nasi goreng spesial!” ajak Papa. Dira hanya terbengong-bengong sambil mengikuti Papa dari belakang. Dalam hati Dira menggerutu terus.

Dira kebagian membuat telur orak-arik. Dira hanya meringis. Lalu, Papa mengajarkan Dira memcah telur yang benar. “Ambil sendok, pukulkan ke dasar telur, cepat-cepat masukan ke dalam wajan!Mengerti?” tanya Papa.

Dira mengangguk cepat. “Hebat juga Papa!” puji Dira dalam hati. Ugh, tapi…enggak jadi hebat suka marah-marah. Hihihi… Akhirnya selesai, saat duduk di meja makan Papa bercerita tentang masa kanak-kanaknya. Papa di tinggal nenek bekerja jadi Papa sering di rumah sendiri sehingga juga sering masak dan di latih kakek keras agar menjadi anak yang disiplin. Dira mengangguk-angguk, “My Super Dad!” ucap Dira. Papa tertawa sambil mengusap kepala Dira gemas.

Rahmadani Dewi S
=================
Blify
Blify adalah nama seekor kupu kupu yang baik hati. Blify suka membantu teman temannya. Suatu hari Blify sedang mencari makanannya, yaitu sari bunga di semak semak bunga. Ia mendapatkan banyak sari bunga. Tiba tiba, datanglah Kiffi, kupu kupu yang amat pelit.

“Heh! Kamu, yaa, berani berani nya sudah mengambil sari bunga saya!” teriakan Kiffi terdengar sangat keras.
“Maaf, Kiffi, aku ingin meminta Sari Bunga itu.” izin Blify.
“Tidak boleh!” ketusnya.
“Kiffi.. kamu bukanlah temanku yang baik.. tapi kamu pelit..” keluh Blify.
“Biar saja! semauku!” jawabnya ketus.
“Ya sudah.. biar saja..” kata Blify kecewa.

Tiba tiba, datanglah Clarra, teman Blify yang baik sekali.
“Blify, kamu kenapa?” tanya Clarra.
“Aku tadi meminta sari bunga milik Kiffi. Tapi dia tidak mengizinkannya..” jawab Blify.
“Hm.. baiklah. aku akan membantumu untuk mencari semak semak sari bunga untukmu, dan tentu saja, untuk yang lain juga.” kata Clarra.
“Terimakasih, Clarra. kamu memang sahabatku yang baik!”
“Ya, sama sama.” senyumnya.

Blify dan Clarra mencari kemana-mana. Akhirnya mereka mendapatkannya di dekat sungai BroBerry. Sungai itu ada di Pronto’s Village. Mereka langsung menghampiri semak serbuk bunga.

Tiba tiba datang lagi Kiffi.
“Heh! sama aja, tau! Ini juga semak punya aku! Semuaaaaa semak serbuk bunga, pasti lah punya aku!” ketus Kiffi.
“Haaaaaa???” Blify dan Clarra tidak percaya.
“Enak aja, kamu!” seru Blify.
Secara tiba tiba, Kiffi jatuh kedalam sungai BroBerry.
“Aduuuh!!! toloooong!!!!”
“Ya, aku mau menolongmu! Asalkan kamu membagi serbuk bunga kepada semua kupu kupu!” kata Blify.
“Em.. ngg,, mmm.. iya deh! Cepeeet! Tolooooong..”

Lalu Blify dan Clarra membantu Kiffi. Akhirnya Kiffi bisa diselamatkan.
“Maafkan aku, ya, Clarra dan Blify.”
“Iya. Jadi teman harus gitu, dong!” kata Blify.
Mulai saat itu, Blify, Clarra, dan Kiffi bersahabat baik.

Ratrya Khansa Amira
=================
Indahnya Bersatu
“Pelangi, pelangi,…alangkah indahmu..merah, kuning, hijau..di langit yang biru…pelukismu agung…siapa gerangan..pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan..” nyanyi Nayla. Suaranya merdu sekali. Semua orang suka mendengar nyanyian Nayla.

Tiba-tiba, di langit yang penuh dengan kegelapan dan mendung menyimpan banyak uap air itu hendak datang disertai guntur dan kilat yang bersuara keras. Sepertinya sebentar lagi akan hujan lebat.

Di langit…
“Hei, aku-lah yang pertama dari kalian. Kalian semuanya selalu lambat dan terakhir…”sombong warna merah.
“Hei..!! Aku-lah yang pertama!” seru warna jingga.
“Hei..!! kalian sangat salah! Aku lah yang pertama datang!” seru warna kuning. Kata yang sama juga diucapkan hijau, biru, nila, dan ungu.
“Kalian! Ayo kita bertengkar…!!!!!” ajak Nila.
“Hei!? Jangan coba-coba hina aku, ya!! Siapa takut? “Kalian memang musuhku, kalian memang jahat!” seru biru.

Mereka pun bertengkar satu sama lain. Tak ada satupun diantara mereka yang mau mengalah. Semuanya berkekuatan sama. Hanya saja, mereka saling mengejek dan suka bertengkar juga menghina.

Tiba tiba saja, hujan datang sangaaattttt deras! Warna merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila dan ungu mencari tempat berteduh. Hujan yang deras itu mengguyur kota tempat tinggal Nayla. yang pastinya aja, mereka masih kesusahan. Tiba-tiba, guntur dan kilat datang bersamaan. GREDESS, GREDESSS!!! Keras sekali suaranya, tak tertahankan.

“Wahai kalian! Jangan bertengkar! Bersatulah! Ayo menggandeng tangan satu sama lain hingga ujung sana! Jika tidak, awaslah kalian akan menerima semuanya yang sengsara dariku.” kata guntur dan kilat.

“Baiklah! Kami akan bersatu.”
“Nah..begitu! sangat indah bersatu. Bila berpisah, apa nanti jadinya?! Pelangi satupun tak muncul,” nasihat kilat.

“Ya, jika kalian bersatu, pelangi akan muncul dengan indah. Apalagi dengan hati yang ikhlas. Semua orang diciptakan berbeda-beda. Itu tujuan untuk hidup. Tak ada satupun manusia yang menyerupai satu sama lain. Semua pasti berbeda. Bila berbeda, itulah indahnya hidup. Berbeda dan bersatu, itu sangat mengasyikkan. Yang penting bukanlah perbedaan. Tetapi hati dalam juga kesatuan dalam suatu hal,” jelas guntur.

“Semuanya mungkin dapat terbaiki. Namun jika kamu telah mengerti tujuan hidupmu sendiri-sendiri. Semuanya akan berlangsung dengan indah jika kalian ingin bersatu. Kalian pun diciptakan Tuhan. Jangan sampai kau menghina atau mengejek! Berarti kalian tak menghargai sesama.” lanjut Kilat.
“Bersatulah agar damai! Kedamaian sangat indah, seindah ketika kalian semua bersatu. Ya..pelangi!”

Mulai saat itu, pelangi menjadi sering muncul karena mereka terus menjalin persahabatan dengan damai, aman, tentram, dan bahagia. Sungguh menyenangkan!

Karya: Ratrya Khansa Amira
=================
Kelinci yang Beruntung
Pada suatu hari ada seekor kelinci yang berbulu putih seperti awan dan bulunya sangat halus yang tengah mencari makan di sebuah semak-semak, ia lapar sekali.

Karena rumput yang terdapat di sana terlalu sedikit untuk dirinya maka ia berpikir untuk pergi ke tempat lain dan mencari rumput lagi di tempat lain. “Ah, di sini rumputnya sedikit!” kata kelinci itu mengomel. “Aku mencari di tempat lain saja” kata kelinci itu lagi .

Berjalan lah kelinci itu sehingga di tengah jalan ia bertemu kucing. “Hai, kelinci mau kemana?” Tanya kucing kepada kelinci itu. “Mau mencari makan rumput,” kata kelinci singkat. “Kamu pergi ke jalan nanas saja, di sana ada rumah yang memiliki halaman rumput yang lebat,” kata kucing memberi usulan. “Benarkah?” tanya kelinci yang tidak percaya karena perutnya lapar sekali. “Baiklah aku akan kesana. Terima kasih kucing engkau memang temanku yang baik!” kata kelinci mengucapkan terima kasih. “Oke teman, sama-sama.”“Sudah ya, aku pergi dulu.” Kucing pun melanjutkan perjalanannya, kelinci juga.

Kelinci terus berjalan hingga dia sampai di rumah yang luas sekali halamannya dan halaman itu pun dipenuhi oleh rumput-rumput yang lebat dan subur. “Wah, aku bisa makan banyak nih!” kata kelinci kegirangan senang setelah melihat rumput-rumput yang lebat dan subur tepat ada di depan matannya. Kelinci pun masuk ke dalam pagar rumah itu dan mulai memakan rumput-rumput itu. “Nyam-nyam-nyam…. hmm…. Enak sekali rumput-rumput ini,” kata kelinci itu. Tiba-tiba, selagi kelinci enak memakan rumput-rumput itu, keluarlah pemilik rumah itu. Ternyata pemilik rumah itu mempunyai anak perempuan yang bernama Nisa.

Saat Nisa melihat ada kelinci di halaman depan rumahnya ia senang sekali, karena dari dulu ia memang sudah ingin memiliki kelinci. “Wah, ayah ibu ada kelinci!!!!!. Asyik…! Nisa punya kelinci.. Nisa punya kelinci..!” Nisa pun melonjak-lonjak gembira melihat kelinci itu. “Hah? Mana? Ada kelinci?” tanya ayah Nisa. “Iya ayah, itu ada kelinci di halaman depan rumah kita!” Nisa berseru sambil menunjuk kelinci itu di halaman depan rumahnya. “Oh, iya. Itu kelinci dari mana Nisa?” tanya ayahnya. “Nisa juga tidak tahu, tadi kelinci itu datang sendiri ke sini ayah” jawab Nisa. “Oh, ya sudah, Tidak papa.” “Ayah kelinci itu Nisa rawat ya?!” tanya Nisa memohon pada ayahnya. “Boleh, tapi rawatlah dengan sungguh-sungguh dan rajin-rajin lah memberi dia makan,minum agar dia tumbuh besar dan sehat” kata ayah Nisa memberi nasihat. “Ah, ayah itu sudah pasti!!!” kata Nisa kepada ayahnya.

Nisa pun langsung mendatangi kelinci itu. “Ah, akhirnya aku punya kelinci juga!, terima kasih ya Allah” kata Nisa dalam hati. Kelinci itu pun ikut senang karena ia akan dirawat dengan baik oleh perawat barunya. Siapa teman-teman? Ya, betul! NISA.

Firda Aulia
=================
Bencana Banjir di Desa

Di suatu tempat, ada sebuah desa yang sangat asri. Desa itu bernama Desa Permai. Di sana keadaannya tidak terlalu ramai. Rumah-rumah masih sederhana, sawah dan ladang membentang luas, burung-burung berkicauan tiada henti, hutan-hutan masih tersebar luas di desa itu. Ah, sungguh permai desa ini.

Di Desa Permai, para penduduknya kebanyakan bekerja sebagai petani. Hampir semua keluarga disana memiliki sawah dan ladang. Penduduk disana juga ramah.

Suatu hari, para penduduk merasa terkejut. Mereka melihat sebuah mobil mewah melintas. Para penduduk mulai berbisik, “Siapa dia? Mengapa dia berada di sini?”

Tak lama, mobil itu berhenti di kantor desa. Ternyata, dia seorang pejabat kaya. Ia bermaksud tinggal di desa itu. Ia sangat ramah dan suka menolong. Para penduduk senang, dan mengizinkan ia tinggal di desa.

Memang, mulanya ia sangat ramah. Tetapi, lama kelamaan si pejabat kaya mulai berbuat jahat. Ia memaksa penduduk memberi lahan mereka kepadanya. Hutan-hutan juga ditebangi, hanya sekedar untuk membuat pabrik untuk dirinya sendiri. Para penduduk merasa kesal. Mereka bermaksud mengusirnya. Tapi, bapak kepala desa mencegah mereka. “Biarkan saja, agar dia tahu akibatnya nanti”, kata bapak kepala desa.

Esok harinya, hujan turun dengan deras. Petir menggelegar dengan kerasnya. Hujan turun sangat lama, seakan-akan hujan turun tiada henti. Air mulai naik setinggi tumit. Para penduduk merasa khawatir dan panik. Mereka menyelamatkan barang-barang mereka, dan pergi mengungsi bersama bapak kepala desa. Mereka meninggalkan si pejabat kaya yang tamak itu. Kini Desa Permai sunyi senyap. Tinggal si pejabat kaya yang masih menetap di desa. Ia masih bingung dengan hartanya, padahal air sudah mulai naik setinggi paha. Saat akan pergi mengungsi, ia sudah lebih dulu tenggelam, karena air sudah naik setinggi dada. Akhirnya, si pejabat kaya yang tamak itu mati tenggelam.
SEKIAN….

Nama : Ayunda Aura Salsabil
=================
Hantu di Genteng
Jam 5 subuh Rara sudah bangun. Ia sholat di Masjid. Saat ia pulang, Yuyuk adeknya yang bernama Rara sedang sholat, saat Yuyuk selesai sholat ia berencana untuk menakut-nakuti Rara. Pada saat itu kak Vaya juga sudah bangun. Yuyuk berbisik dengan kak Vaya.
Yuyuk berkata “kakak Vaya gimana kalau kita takut-takuti Kak Rara hihihi”
“Boleh-boleh juga tapi kakak sholat dulu ya Oke” jawab kak Vaya sambil ketawa.
Saat ini menunjukan jam 9 pagi
“Asyik……. makan bola-bola tahu isi kentang bikinan ibuku” kata Yuyuk bangga
Mereka menghabiskan waktu 2 jam untuk makan. Sesudah selesai makan Yuyuk dan kak Vaya masuk masuk kamar Yuyuk, lalu memakai baju putih tipis , wig panjang dan sendal jepit. Tidak lupa mereka berdandan seperti hantu.
Tiba-tiba Kak Vaya naik ke atas genteng dan membunyikan suara drum yang sangat keras. Rara kaget lalu berteriak “ha..ha..ha..haaaaaaaaaaaaantu”
Kak Vaya akhirnya membuka masker hitam lalu berkata “Rara ini kak Vaya” “Uuuhhhhhhhhhhh! kakak bikin Rara kaget aja” jawab Rara keras.
Kini giliran Yuyuk yang manakuti-nakuti. Yuyuk pergi ke kolam ikan dimana Rarasedang duduk di tepi kolam.
Rara duduk di tepi kolam, tiba- tiba ada titik putih yang mendekat
“Hantuuuuuu………”Rara Ketakutan.
“Kak ini Yuyuk….. ha ha ha (sambil tertawa )
“Maaf ya kak, Yuyuk hanya bercanda” seru Yuyuk.
Akhirnya keluarga ketiga saudara itu tertawa bahagia.

Karangan : Rivanya Z.Y (Vanya)
=================
Menemani Adik Bayi
Pagi ini adikku bangun pagi. Adikku masih bayi. aku disuruh Ibu untuk Menemani menemani adikku karena Ibu akan pergi ke pasar untuk membeli bumbu.

“Nabila, tolong temani adikmu dulu sebentar, ibu akan pergi ke pasar dulu”.
Kata Ibu
“Ya bu, aku akan menemani adik”. Jawab Nabila
Ketika Ibu pulang dan aku tanya, “Kok sudah pulang bu”.

Bumbu yang ibu cari tidak ada nak sudah habis “ Kata Ibu
Ibu senang aku menemani adikku. Adikku dan aku senang sekali ibu sudah pulang.

Ibu senang sekali dan bangga kepadaku karena aku mau membantu ibu untuk menjaga adik selama ibu pergi ke pasar.

“Terima kasih nabila karena sudah membantu ibu menemani adikmu”. Kata Ibu

“Sama-sama bu”. Jawab Nabila

Ibuku adalah ibu yang baik dan cantik. Kata ibu aku dan adikku juga cantik.

Aku sayang Ibu

Aku dan adikku dan Ibuku selalu hidup bahagia.

NABILA NUR ALHARISA
=================
Kappa yang Iri PANAS
Suatu hari Rustin sang serigala pergi ke hutan dengan Pier sang macan untuk mencari makanan. Mereka mendapat daging kambing yang sangat lezat. Dalam perjalanan menuju rumah, mereka menemui Kappa sang harimau. Kappa tidak mendapatkan apa-apa untuk dimakan. Kappa menjadi iri dengan Pier dan Rustin. Saking irinya Kappa menyuruh Soni sang kelinci untuk mencuri makanan Pier dan Rustin. Karena takut Soni pergi dan mencuri daging kambingnya Pier dan Rustin.
Pier menyadarinya dan segera memberitahu Rustin. Tidak lama kemudian mereka membuat jebakan untuk Kappa supaya mereka bisa mengambil kembali makanannya. Kappa terjebak dalam jebakan yang disiapkan oleh Pier dan Rustin. Pier dan Rustin segera mengambil makanannya mereka kembali. Setelah mereka mengambil makanannya kembali, mereka melepaskan Kappa karena Kasihan. Lalu Rustin menasehati Kappa, ”makanya kalau mencari makan yang sungguh sungguh, jangan mencuri makanan orang lain. Jangan cepat menyerah. Kalau gagal cobalah terus sampai berhasil”. Kappa kini mengerti dan tidak akan menyerah lagi untuk mencari makanan. Setelah itu semuanya berteman dan tidak akan mencuri makanan masing-masing lagi.

Pesan Moral :
Jangan mudah berputus asa untuk mendapatkan sesuatu asalkan kita giat dan melakukan sesuatu dengan baik tentu apa yang diinginkan dapat tercapai.
Karya : Putra Derinda
=================
Mendapatkan Pekerjaan PANAS
“Lia….”panggil Lila, kakaknya Lia.
“Ada apa kak?” Tanya Lia sambil tersenyum.
“Ada telepon untukmu, Li..”kata Lila.
“Halo, maaf, dari siapa ya?”Tanya Lia dengan suara ramah.
“Ini dari Vrenian Restaurant. Kami butuh satu koki untuk memasak hidangan restoran. Kakakmu, Lila, bilang kepada saya bahwa kamu itu pintar membuat masakan dan minuman segar. Maukah kamu bekerja di Vrenian Restaurant?”Tanya pak Ben, pemilik
“Saya mau, dan bersedia, pak Ben..”kata Lia dengan gembira.
“Oh, baiklah. Nanti sore, jam empat kamu datang ke, ya.. Kita pengenalan dulu dengan koki lainnya..”kata pak Ben.
“Baik, pak..”kata Lia.
“Sampai nanti sore, ya.”
“Iya, pak..”
Lia sangat senang. Kali ini dia punya pekerjaan. Kakaknya melihat Lia senang sekali.
“Kamu dapat pekerjaan, ya! Kakak dapat juga, lho! Tapi kakak kerja pagi. Kalau kamu kerja sore.”kata Lila.
“Kakak pekerjaannya apa? Kalau Lia sih, menjadi koki!”kata Lia.
“Kakak kerja sebagai pembuat roti di Margareth’s Bakery. Eh, Lia! Bu Margareth itu istri nya Pak Ben, lho!”kata Lila.
“Oh.. pantas saja tokonya berdekatan..”katanya.
Siang itu, Lila akan pergi ke Margareth’s Bakery. Lila harus berkenalan dulu dengan pembuat roti lainnya, agar mereka saling akrab dan saling kenal. Lila langsung pergi saat Lia sedang tertidur. Tentu saja Lia tahu. Tadi saat mereka mengobrol Lila bilang dengan Lia, Lila sudah bilang dengan Lia.
Lia terbangun dari tidurnya. Dia menyadari bahwa kakaknya sudah pergi.
Hmm…. Aku siap siap, ah.. pikir Lia dalam hati. Saat Lia bersiap siap, Lila datang.
“Lia, kamu siap siap ya. Kakak antar kamu naik sepeda. Harus pegang erat erat. Kamu duduk di belakang kakak, ya.”perintah Lila.
“Baik, kak!”kata Lia.
Lia mandi, lalu Shalat Ashar bersama kakaknya, setelah itu mereka berangkat ke Vrenian Restaurant. Mereka berhati hati, takut jatuh atau tertabrak. Sebelumnya mereka membaca do’a.
Setelah sampai, Lia ditemani kakaknya.
“Lia, kenalkan, ini Wanda. Dia ada di bagian pemesanan. Ini Dio, Dia di bagian pencucian. Ini Verra, dia di bagian Pemasakan. Dan ini Clarra, dia adalah pelayan. Kamu tugasnya membantu, ya Lia. Hari ini adalah hari pertama kamu bekerja.”Kata Pak Ben menjelaskan.
Lila membeli orange juice. Dia memesan di bagian pemesanan, yaitu Wanda.
“Saya pesan dua orange juice, ya mbak,”Kata Lila kepada Wanda.
“Baik.. Verra, tolong buatkan dua orange juice, dan Lia, tolong kamu siapkan bahannya, ya.”Kata Wanda ramah.
“Baik,”kata Verra dan Lia bersamaan.
Lia menyiapkan buah jeruk, es batu, air, dan blender.
“Maaf, Lia. Saya sedang sibuk. Mohon dibuat, dua orange juice nya. Lalu kamu beri ke Wanda. Nanti Wanda memberinya ke Clarra.”kata Verra. Benar saja, Verra sedang sibuk.
“Baik, Kak Verra.”katanya.
Lia memotong buah jeruk menjadi beberapa bagian. Lalu dimasukkan ke blender. Setelah itu, dia menuang setengah air dari dua gelas yang berukuran sedang. Lalu dia memasukkan es batu. Dan menyalakan blendernya dengan hati hati. Setelah jadi, dia menuang minuman orange juice itu di dua gelas yang agak tinggi. Lalu diberikan ke Wanda. Setelah itu Wanda memberinya ke Clarra.Wanda memberitahu siapa yang memesan minuman itu.
“Itu, Clarra. Meja nomor 5, perempuan yang memakai bando pink itu.”kata Wanda memberitahu.
Lia bekerja, terus bekerja. Sehingga tak terasa sudah jam lima sore.
“Lia.. ayo sini, minum dulu. Kakak tadi belikan kamu orange juice..”panggil Lila.
“Iya kak.. Lia segera ke sana.”Kata Lia.
“Oh. Jadi tadi yang pesan orange juice dua itu kakak, ya?”Tanya Lia.
“Iya. Ada apa Li?”Tanya Lila.
“Orange Juice nya, yang buat itu Lia, kak!”Kata Lia.
“Wow.. anak pintar. Enak lho, rasanya…”kata Lila.
“Terimakasih, kakakku tersayang..”kata Lia.
Wanda.. Dio.. Verra.. Clarra.. Lia.. ayo, sini..”panggil Pak Ben.
“Iya, ada apa, pak?”Tanya mereka semua bersamaan.
“Silahkan pulang,Vrenian Restaurant akan ditutup. Nanti malam buka ,tapi bukan kalian yang bekerja, melainkan Koki yang lain..” kata Pak Ben.
“Baik, pak. Sampai besok sore..”kata Lia.
“Iya..”
Lalu Lia dan Lila pulang naik sepeda dengan hati hati. Setelah sampai dirumah, Lia berkata dengan Lila, “Ternyata asyik ya, punya pekerjaan….”
“Iya. Kita bisa hidup mandiri. Kapan kapan kita kunjungi kerja ayah dan ibu ya..”kata Lila.
Ya. Mereka tinggal tidak bersama orang tuanya. Lia dan Lila tinggal di Cilegon. Sedangkan ayah dan ibunya tinggal di Jakarta karena pekerjaannya harus disana.
Mereka senang punya pekerjaan. Sungguh senang. Makanya, selama hidup kamu harus berusaha. Nanti kamu bisa seperti Lia dan Lila, punya pekerjaan.
Karya: Ratrya Khansa Amira
=================
Kisah Peri Bunga
Suatu hari di Negeri Peri,ada 3 Peri yang sedang bermain di ladang bunga, yaitu Peri Mawar, Peri Melati, dan Peri Sakura. Mereka bertiga sering dijuluki “Peri Bunga”, mereka bertiga juga memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat, melebihi kekuatan seorang perijahat bernama Raflesia. Sebenarnya, kekuatan Raflesia juga kuat, tetapi Raflesia berbau sangat tidak enak, sehingga semua orang menjauhinya. Saat Peri Bunga sedang bermain, Raflesia menjebak Peri bunga hingga Peri Bunga terluka, lalu Raflesia berkata:
“Hahaha, akhirnya,aku bisa menjebak kalian.”kata Raflesia. Lalu peri bunga berkata :
“Lepaskan kami, kami akan membiarkanmu menyerap bau harum dari tubuh kami jika kamu berhasil mengalahkan kami.” kata Peri Bunga.
“Baiklah jika itu yang kalian inginkan” kata Raflesia.
Setelah cukup lama mereka bertarung, akhirnya Raflesiapun kalah ,
“Baiklah, aku akan membebaskan kalian”Kata Raflesia. Peri Bunga pun bebas.
Esok harinya, Ratu Peri mengumpulkan seluruh warga Negeri Peridi halaman Istana.
“Siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaanku,akan ku ajak tinggal bersama di IstanaPeny” Kata Ratu.
Di rumah Peri Mawar, Peri Melati, Peri Sakura, dan tentu saja Peri Mawar sedang membicarakan tentang sayembara Ratu Peri.
“Bagaimana kalau kita mengikuti sayembara itu?” Kata Peri Mawar.
“Boleh saja,apa kamu setuju Sakura?” kata Peri Melati.
“Aku sih mau, tapi emm…..”Belum selesai Peri Sakura berkata, Peri Mawar langsung memotong pembicaraan Peri Sakura
“Tapi apa?” kata Peri Mawar
“Tapikan kita nggak tau apa pertanyaan yang akan diberikan oleh Ratu Peri.” Kata PeriSakura
“Udah nggak papa, kan kita harus mencoba. Don’t left the chance friend….” Kata Peri Mawar.
“OK” kata Peri Sakura
Saat Lomba dimulai……..
Masih belum ada yang berhasil menebak 3 pertanyaan Ratu Peri.Akhirnya tiba juga kesempatan Peri Bunga, ternyata,masing-masing peserta harus bisa menebak pertanyaan Ratu Peri dalam waktu 10 detikSetiappertanyaan.

Pertanyaan Pertama:
“5 x 10 – 15 + 3 x 0 =” kata Ratu Peri.Dengan Cepat, Peri Mawar menjawab:
“Jawabannya 0 Ratu” Kata Peri Mawar.
“Bagaimana Caranya?” Tanya Ratu Peri
“Semua angka yang dikalikan dengan angka 0 hasilnya pasti0” Jawab Peri Mawar.
“Ya,Jawabannya Benar.” Kata Ratu Peri.Pertanyaan Kedua:
“Mana yang lebih dulu,ayam atau telur?” kata Ratu Peri. Dengan cepat, Peri Melati Menjawab:
“Jawabannya ayam Ratu” Kata Peri Melati.
“Bagaimana caranya?” Tanya Ratu Peri.
“Karena dari ayam dan telur, yang disebutkan terlebih duluadalah ayam, jadi jawabannya adalah ayam.” jawab Peri Melati panjang lebar.
“Ya, benar sekali.” Kata Ratu Peri.Pertanyaan Ketiga:
“Tanggal berapa aku mengumumkan sayembara ini?” tanya Ratu Peri.
Peri Bunga pun bingung dan akhirnyaPeri Flamboyan menjawab:
“Tanggal ony bulan many tahundua ribu eleveny (Kalender Negeri Peri) pukul teny” Kata Peri Flamboyan.
“Selamat !Kalian bisa tinggal di Istana Peny denganku….” Kata Ratu Peri.
“Tapi, apa keluarga kami bisa ikut tinggal disini?” Kata Peri Bunga.
“Tentu saja bisa, ajak keluargamu kesini, tapi, hanya keluarga inti saja ya….”
“Baiklah Ratu Peri.” Kata Peri Bunga. Kini, Peri Bunga telah hidup bahagia di Istana Peny, tetapi, Peri Raflesia yangjahat telah memasangjebakan untuk Peri Mawar.Tapi, Peri Mawar berhasil bebas dari jebakan Peri Raflesia karena sebetulnya Peri Mawartelah mengetahuinya dan akhirnya Peri Raflesia terjebak di dalam jebakannya sendiri. Peri Raflesia pun dipenjara di Penjara Bawah Tanah di Istana Peny.
“Ratu, bebaskan saya, saya tidak akanjahat lagi.” Kata Peri Raflesia
“Ratu, bebaskan dia, kasihan kan, dia juga sudah berjanji.” Kata Peri Bunga
“Baiklah, kamu akan kubebaskan dan kamu boleh tinggal di Istana Peny dengan syarat kamu tidak boleh jahat lagi.” Kata Ratu Peri
“Ya, Ratu.” Kata Peri Raflesia.
Kini, Peri Raflesia tidak jahat lagi dan suka menolong semua orang.

Princess Kate

=================
Bintang Peliharaan
Malam mulai menjelang bulan sudah bersinar dengan terang, eh ternyata sekarang bulan purnama, bintang bertebaran di mana-mana menambah keindahan malam. Ketika itu ada tiga sahabat yang sedang bermain di halaman rumah mereka adalah Ketty, Kennith, dan Angel. Mereka sedang bermain polisi-polisian.
“Hompimpa alaium gambreng” kata mereka serempak.
“Ye… Aku sama Angel jadi” seru Ketty.
“Ini barang bukti nya” kata Angel

Tiba – tiba…..

“AAAA……… AWAS ADA BINTANG JATUH………..” teriak Kennith histeris.
“Dimana?” tanya Ketty dan Angel serempak.
“Itu …..yuk kita dekati “ ajak Kennith
“Yuk…” kata Angel

Bintang yang jatuh tadi mengeluarkan sinar dengan terang……..kerlap-kerlip seperti cahaya lampu.
Aku pegang ya” kata Kennith agak takut.
“Ba…. ba…. baiklah” jawab Angel agak gugup
“Waw bintang ini jinak” seru Kennith. “Emangnya binatang apa?” tanya Angel.
“Tidak maksudku bintang ini tidak beraktivitas lagi alias mati.
Kita pelihara saja tidak apa – apa kok” kata lebar Kennith.
“Coba Kamu pegang” kata Kennith

Tiba-tiba setelah ketty memegang bintang tersebut, ketty bisa melayang di udara.
WA.. AKU TERBANG…” teriak Ketty.
“KETTY TURUNLAH….” teriak Kennith.
“Seru lho mau coba?” tanya Ketty.
“Mau” kata Angel mengacungkan jari telunjuknya.
“Ini” jawab Ketty. KRING….. KRING…. “Wah waktunya tidur malam!” seru Angel.
Didalam kamar mereka main bersama bintang.
Wah seru ya? Siapa mau coba?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: